Satu Pengakuan
Aku kaget bagaimana mungkin dirimu dapat
mengubah warna langit menjadi jingga hanya dalam semalam. Barangkali, sedetik.
Dalam matamu aku lihat kumparan jarum jam yang bergerak sebaliknya. Juga
gulungan ombak dalam surai hitam rambutmu.
Aku ingin mengaku padamu: aku tidur tiga jam dalam sehari, sisanya bermimpi.
Aku ingin mengaku padamu: aku tidur tiga jam dalam sehari, sisanya bermimpi.
Barangkali aku harus pergi ke dokter bedah
hari senin nanti. Minta otak dan hatiku diganti karena tanpa sengaja hatiku
hilang. Sudah kucari dia di bawah selimut, di sudut-sudut jendela, dan di dalam
kaus kaki. Nampaknya, ketika kita bertemu dan duduk bersisian hari Jum’at lalu,
tanpa sengaja kau membawanya. Ya, tanpa sengaja.
Tak mungkin aku tagih karena kau juga pasti
tidak tahu.
Lalu, wajahmu menjelma menjadi secangkir
kopi hitam tanpa gula dan tumpah di atas kepalaku. Aku tahu itu bukan salahmu,
imajinasiku yang sudah berlari terlalu jauh dan liar.
Aku ingin membuat pengakuan lain: Sayang, barangkali aku akan coba tidur malam ini.
19 Desember 2012
Aku ingin membuat pengakuan lain: Sayang, barangkali aku akan coba tidur malam ini.
19 Desember 2012






Posting Komentar